Rabu, 20 Agustus 2014

Patologi Anatomi



Patologi Anatomi
                     
Bicara soal analis kesehatan, pasti akan tergambar dibenak kita sebuah laboratorium yang didalamya terdapat berbagai alat-alat pemeriksaan dengan sampel darah, urin, feses, dan sputum. Terpikirkah anda tentang sampel histologi dan sitologi?? Inilah yang akan kita bincangkan dalam topik patologi anatomi.
Tahukah anda apa itu patologi anatomi??
Baiklah sebelum saya menjelaskan mengenai patologi anatomi ada baiknya kita flashback ke belakang tujuan dari seorang analis kesehatan yaitu mendiagnosa suatu penyakit dan follow up nya. Untuk mendiagnosa penyakit dan follow up kita membutuhkan beberapa sampel yang ada dalam tubuh penderita seperti darah, urin, feses, sputum, jaringan tubuh (histologi) dan cairan tubuh (sitologi). Untuk sampel darah, urin, feses, dan sputum dilakukan di laboratorium patologi klinik sedangkan sampel jaringan tubuh (histologi) dan cairan tubuh (sitologi) dilakukan di laboratorium patologi anatomi.
Patologi berasal dari bahasa latin pathos (penyakit) dan logos(ilmu), berarti patologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit dan proses terjadinya penyakit. Sedangkan anatomi berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong dan merupakan cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Jadi patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari suatu penyakit berdasarkan pemeriksaan kasar dan mikroskopis terhadap sel, jaringan, dan organ tubuh.
Teknik yang digunakan adalah dengan pengecatan khusus dan imunohistokimia pada sel/jaringan yang terindikasi mengalami gangguan/sakit. Teknik ini dimanfaatkan untuk memvisualisasikan protein khusus dan zat lain pada dan di sekeliling sel.
Diagnosis penyakit melalui teknik imunohistokimia spesimen sel/jaringan tertentu dilakukan di laboratorium patologi anatomi. Laboratorium ini memiliki kekhasan dari laboratorium biasanya. Hal ini terlihat dari alat/instrument dan reagent/bahan-bahan yang sedikit berbeda dan khas dari laboratorium biasanya.
Berikut perlengkapan yang ada di dalam laboratorium patologi anatomi :
1.     Microtome blades Lieca 818/819 @ 50 blades
2.     Mikroskop Trinukuler
3.     Ethanol Absolute
4.     Xylene
5.     Papinicolau’s Solution Harris Haematoxylin
6.     Formaldehyde 37 %
7.     DPX Entellan Mounting
8.     Entellan
9.     Aceton
10. Methanol
11. Histowax
12. Histodecalcifier
13. Diamond Pen
14.  Staining jar with Lass Lid , Coplin Type
15. Staining rack, stainless steel, Papanicolau type
16. CardBoard Stain Tray , for 20 pcs slide with Lid
17. Embedding cassettes + tutup
18. Embedding cassettes tanpa tutup
19. Embedding cassettes O ring
20. Process Cover for embedding cassettes
21. Base Molds, Stainless Steel 7x7x7 mm
22. Base Molds, Stainless Steel, 24x24x6 mm
23. Coverglasses 18×18 mm
24. Coverglasses 20×20 mm
25. Coverglasses 22×22 mm
26. Coverglasses 24×24 mm
27. Coverglasses 24×40 mm
28. Coverglasses 24 x 60 mm
29. Object Glass
30. Object Glass Poly-L-Lysine
31. Object Glass Superfrost Plus special for immunostainer and LBC Processor
32. Slide Storage boxes for 100 pcs slide with steel lock, metallic grey Color, ABS Material
33. Table Top Parafin Block Storage Cabinet
34. Pathology/Histology slide storage cabinet, Stackable/Lockable for safety
35. Dissecting forceprs, stainless steel
36. Tissue forceps, stainless steel
37. Speciment forceps, stainless steel
38. Tissue Freezing medium

Dalam bidang ilmu patologi anatomi, tumor / kanker dapat diketahui dengan melihat penampakan suatu sel jaringan di bawah mikroskop. Penentuan tumor / kanker berdasarkan patologi anatomi berdasarkan bentukan sel yang dapat dilihat dengan mikroskop dan biasanya yang membaca adalah dokter spesialis patologi anatomi (SpPA).
Pemeriksaan tumor / kanker dengan pemeriksaan secara patologi anatomi ini merupakan hal yang paling sering dilakukan karena pemeriksaan ini dapat secara akurat menegakkan diagnosis tumor / kanker serta dalam penentuan stadium kanker.
Adapun contoh pemeriksaan dengan patalogi anatomi ini berupa :
  1. Sitopatologi : Contohnya berupa pemeriksaan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), di mana cara pengambilan contoh jaringan dengan menggunakan jarum suntik yang kemudian ditusukkan ke dalam tumor atau ductal lavage of breast cell untuk cairan yang diproduksi payudara. Biasanya tumor yang berkonsistensi lunak atau cair atau dapat juga berupa cairan tubuh (cairan pleura paru, cairan cerebral, dan lain - lain).
  2. Histopatologi : Contohnya berupa pemeriksaan biopsi jaringan (kanker payudara, kanker kulit dan sebagainya), di mana dalam pengambilan contoh jaringan seperti operasi, namun bahan yang diambil hanya sedikit dan kemudian contoh ini dilihat di bawah mikroskop.
  3. VriesCoupe : Pemeriksaan jaringan kanker yang dilakukan di tengah - tengah operasi, di mana ketika jaringan tumor/kanker bersama jaringan sekitarnya yang dianggap normal diangkat, jaringan tersebut dibekukan dengan cairan nitrogen dan kemudian langsung dibawa ke bagian patologi anatomi yang memang sudah disediakan di ruang operasi. Bila patholog menyatakan bahwa jaringan yang diambil tidak menyebar ke sekitarnya, maka operasi selesai. Dan bila sebaliknya, maka operasi dilanjutkan sampai didapatkan jaringan yang benar normal atau dapat juga dihentikan bila operasi tak dapat dilanjutkan oleh karena riskan untuk mengangkat jaringan sekitarnya yang memiliki fungsi tak tergantikan.

Sumber :